John Herdman Diambang Pemecatan? Kurniawan: Ada Aturan, Jangan Emosi

KEPRI TIME – Kegagalan di Piala AFF 2026 membuat kursi John Herdman bergoyang. Namun Kurniawan Dwi Yulianto memilih tak ikut-ikutan ramai.

Legenda hidup Timnas Indonesia itu justru menahan diri. Ia tak mau tergesa-gesa menilai nasib pelatih asal Kanada tersebut.

Skuad Garuda angkat koper lebih cepat dari turnamen antarnegara Asia Tenggara itu. Target semifinal tinggal angan. Vietnam menjadi batu sandungan pertama. Laga 3 Agustus 2026 di Stadion Pakansari berakhir dengan skor 0-3. Pukulan telak.

Pekan berikutnya, giliran Singapura yang menahan imbang 1-1 di Jalan Besar, 7 Agustus 2026. Hasil itu memastikan Indonesia tertahan di tangga ketiga Grup A. Tujuh poin.

Di bawah Singapura yang delapan dan Vietnam yang sempurna dengan 10 poin. Pintu semifinal tertutup rapat.

BACA JUGA:  Sentuhan Mitchell Baker Tak Pernah Tumpul

Di tengah riuh rendah tuntutan pemecatan, Kurniawan justru menjadi suara yang meneduhkan. Baginya, kegagalan bukan satu-satunya pintu evaluasi.

Keberhasilan pun wajib diikuti laporan pertanggungjawaban. Setiap pelatih, kata dia, harus menyetor catatan usai setiap even.

“Mau berhasil atau enggak itu harus menyampaikan report-nya. Dari federasi yang akan mengevaluasi,” tutur eks striker tajam itu dalam podcast Ruang Bola, Kamis (27/8/2026).

Mantan penggawa Timnas era 1990-an itu dengan tegas menepis opini publik yang ingin Herdman dipecat secara instan. Ia mengingatkan, nasib pelatih adalah domain federasi.

Bukan urusan emosi massa. “Semua ada aturannya. Enggak bisa kita memaksa. Kalau ikut emosi, pasti iya,” katanya.

BACA JUGA:  Bruno Guimaraes Resmi Berseragam Arsenal, Arteta Puji Fleksibilitas Sang Gelandang

PSSI Jangan Asal Pecat John Herdman

Bahkan jika PSSI akhirnya menjatuhkan palu, Kurniawan berpesan agar prosesnya tak asal-asalan. Mekanisme kontrak harus dihormati. Pemutusan hubungan kerja tak boleh kasar.

“Kalaupun memang harus diberhentikan, ya harus ikut cara yang sesuai dengan kontraknya,” ucapnya.

Namun di balik semua itu, Kurniawan masih memendam optimisme. Ia tak mau larut dalam kekecewaan.

“Saya coba positive thinking aja lah. Dengan skuad yang ada, mudah-mudahan insya Allah juara,” tambahnya, menyelipkan doa di akhir kalimat.

Kini Timnas Indonesia tak punya banyak waktu untuk meratapi nasib. FIFA ASEAN Cup 2026 sudah di depan mata. 24 September hingga 4 Oktober 2026.

BACA JUGA:  Dari Posisi 15 ke 9: Veda Ega Buktikan Mental Juara di Moto3 Inggris

Grup A menyajikan lawan-lawan lama, yaitu Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Di sinilah peluang memperbaiki diri.

Atau justru menjadi akhir perjalanan Herdman. Semua tergantung pada laporan yang ia tulis. Dan keputusan dingin PSSI di ruang rapat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *