KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, 130 Penumpang Dievakuasi

Oplus_131072

KEPRI TIME – KMP Putri Yasmin terbakar di tengah Selat Lombok, Rabu (12/8/2026) pukul 04.20 Wita. Kapal yang berangkat dari Padangbai, Bali, menuju Lembar, Nusa Tenggara Barat, itu masih menggelar evakuasi massal. Sekitar 130 orang terperangkap di atas kapal yang perlahan dilalap api.

Total 130 orang berada di kapal KM Putri Yasmin tersebut. Rinciannya 114 penumpang dan sisanya awak kapal.

Sejauh ini, 30 penumpang telah selamat dan tiba di Kantor ASDP Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali.

Namun nasib 100 orang lainnya masih menggantung. Evakuasi terus berlangsung di bawah tekanan waktu dan kobaran api.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan membenarkan insiden ini. Api pertama kali dilaporkan muncul pada dini hari, saat sebagian besar penumpang masih tertidur.

BACA JUGA:  Lowongan Kerja PT KAI 2026: Ini Syarat dan Cara Mendaftar

Plt Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa, I Ketut Aries Nakula Mandiana, langsung mengaktifkan prosedur darurat.

Ia memanfaatkan fasilitas Vessel Traffic Services (VTS) dan Stasiun Radio Pantai (SROP) untuk memanggil bantuan dari kapal-kapal di sekitar lokasi.

“Sesaat setelah informasi masuk pukul 04.20 Wita, VTS Benoa dan SROP Padangbai memancarkan siaran marabahaya sebanyak tiga kali. Kami minta seluruh kapal di sekitar lokasi segera merapat dan memberi pertolongan,” ujar Ketut dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Tak hanya memancarkan mayday, VTS Benoa juga berkoordinasi intensif dengan VTS Lembar. Informasi darurat disebar ke segala arah. Basarnas Denpasar pun langsung merespons dengan mengirim unit RIB Nusa Penida ke titik api.

BACA JUGA:  Istana Wapres di IKN Rampung, Gibran Segera Berkantor

Dari sisi Lembar, Kepala KSOP Kelas II Lembar, Syamsurizal, bergerak cepat. Ia mengaktifkan koordinasi lintas instansi dan memastikan keselamatan penumpang serta kru menjadi prioritas utama.

“Kami di KSOP Lembar bersama tim lapangan dan SAR NTB mengambil langkah tanggap darurat. Sinergi antarunsur maritim kami utamakan agar evakuasi berjalan lancar dan selamat,” tegas Syamsurizal.

Pantauan SROP Padangbai dan VTS Lembar menunjukkan sejumlah kapal langsung bergerak menuju lokasi kebakaran. Beberapa di antaranya Kapal Port 2 Link ASDP, KMP Muryati, Motor Tanker Debby, dan MT Yello Park. Mereka menjadi garis pertolongan pertama di tengah lautan yang sunyi.

“Keterlibatan kapal-kapal di sekitar lokasi adalah bagian krusial dari respons darurat. Mereka mendukung upaya pertolongan yang sedang kami lakukan,” tambah Syamsurizal.

BACA JUGA:  Proyek Tiga Kapal Pelni Rp4,5 Triliun, Iperindo: Tak Harus Dibuat di Luar Negeri

Hingga berita ini diturunkan, VTS Benoa, SROP Padangbai, VTS Lembar, dan KSOP Lembar terus memantau ketat lalu lintas pelayaran secara real-time. Mereka memastikan proses evakuasi dan penanganan kapal berjalan terkendali.

Dirjen Perhubungan Laut berjanji menyampaikan perkembangan resmi secara berkala. Masyarakat dan operator pelayaran diimbau tetap mengutamakan keselamatan di atas segalanya. Laut, sekali lagi, mengingatkan kita pada harga nyawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *