Kepri  

Nelayan Hilang Mencari Ikan di Bintan, Sutiyo Ditemukan Membusung di Trikora

KEPRI TIME – Senyap. Itulah akhir perjalanan Sutiyo. Warga Pinang Kencana, Tanjungpinang Timur, yang dinyatakan hilang saat berkarang di perairan Bintan, ditemukan tak bernyawa, Kamis (13/8/2026) sore.

Tim SAR gabungan menjumpai jasad pria 49 tahun itu mengapung di kawasan Pantai Trikora 2, Bintan, sekitar pukul 15.05 WIB. Penemuan itu sekaligus mengakhiri pencarian yang berlangsung sejak pagi.

“Benar, kami baru saja menemukannya,” ujar Kapolsek Gunung Kijang, Iptu Rabul Yamin, kepada wartawan. Pendek, tegas, tanpa banyak kata.

Tim lalu mengevakuasi mayat Sutiyo ke Puskesmas Kawal, Kecamatan Gunung Kijang. Namun, sebelum diserahkan ke keluarga, petugas memeriksa kondisi jenazah lebih dulu.

BACA JUGA:  Hijaukan Pesisir, Satgas TMMD Tanam Mangrove dan Buat Pagar Pelindung di Bintan

“Kami periksa di puskesmas, baru kami serahkan ke pihak keluarga,” imbuh Rabul.

Kilas balik ke peristiwa pagi itu. Sekitar pukul 06.00 WIB, Sutiyo tiba di Jalan Pantai Trikora Km 42, Kampung Mengkurus, Desa Teluk Bakau, bersama sederet rekannya. Mereka berniat menyusuri karang dan mencari ikan di sekitar Pantai Lobo.

Seorang warga, Sony, menuturkan, rombongan itu lalu berpencar. Masing-masing mengambil jalur sendiri kebiasaan para pencari ikan di wilayah itu.

BACA JUGA:  HUT RI ke 81 Tanpa Perpanjangan Libur, 18 Agustus 2026 Tetap Kerja

“Infonya mereka berpisah. Ada yang ke kiri, ada ke kanan. Biasa begitu kalau menyulu,” katanya.

Namun, keanehan muncul menjelang waktu pulang. Saat kawan-kawan Sutiyo naik ke darat, mereka tak mendapati bayangan Sutiyo.

Panik menyergap. Mereka sempat menyusuri bibir pantai dan menatap laut, tetapi tak satu pun tanda-tanda kehidupan dari Sutiyo.

“Kawan-kawannya cari ke laut, tapi tak ketemu. Mereka panik,” ungkap Sony.

Tak ada waktu terbuang. Rombongan itu segera melapor ke Polsek Gunung Kijang. Kabar itu pun diteruskan ke Tim SAR Tanjungpinang. Pencarian lalu digelar.

BACA JUGA:  BPJS Menilik RS Bhayangkara Batam: Kapasitas 50 Tempat Tidur, Kualitas Harus Naik

Namun, pagi Sutiyo berangkat dengan harapan, sore ia kembali dalam keheningan. Laut Trikora menyimpan rahasia yang baru terungkap ketika jasadnya ditemukan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *