KEPRI TIME – Kombes Eddwi Kurniyanto bukan tipe perwira yang diam di balik meja. Alumni Akpol 2000 itu justru rutin turun ke warga.
Jabatannya sebagai Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabidpropam) Polda Kepri, tak menyurutkan langkahnya menyapa masyarakat.
Pria kelahiran Jawa Timur ini genap menjalani dua program sekaligus pembinaan internal personel dan pendekatan publik. Di lingkungan Bidpropam, ia menggelar turnamen bulu tangkis.
Namun Eddwi memberi sentuhan berbeda. Ia mewajibkan setiap anggotanya berlaga dengan kostum superhero. Suasana pun mencair, kompetisi berubah jadi ajang kebersamaan.
Di luar markas, Eddwi menyasar Kampung Tua Batubesar. Ia meluncurkan kegiatan bertajuk Ngos-Ngosan singkatan dari Ngopi Santai dan Ngobrol Santai. Bukan sekadar seremonial. Eddwi ingin mendengar langsung suara warga.
Dua pekan berturut-turut, ia menggelar acara serupa. Sabtu (8/8/2026) malam, giliran bapak-bapak yang diajak duduk bareng.
Pekan berikutnya, Sabtu (15/8/2026), giliran ibu-ibu yang menjadi tamu istimewa. Eddwi tak memilih-milih, semua lapisan ia rangkul.
“Saya datang ke sini untuk mendengar. Kalau ada keluhan terhadap anggota Polri, terutama di Polda Kepri, saya buka telinga lebar-lebar,” ujar Eddwi di sela obrolan santai.
Ia menegaskan komitmennya. Setiap laporan mengenai pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang akan ditindaklanjuti. Syaratnya hanya satu, bukti yang jelas.
“Kalau terbukti, kami siap bertindak sesuai bobot kesalahannya,” tegasnya.
Tak hanya urusan internal, Ngos-Ngosan juga menjadi saluran pemantau kamtibmas. Eddwi percaya, informasi dari warga adalah radar paling jitu untuk menjaga kondusivitas.
“Masukan dari masyarakat sangat berharga bagi evaluasi kami,” tambah Eddwi.
Antusiasme warga pun meluap. Ella, salah satu peserta, mengaku kaget sekaligus senang.
“Jarang pimpinan Polri mau duduk bareng kami. Di sini kami bisa mengadu, bahkan memberi saran langsung. Ini luar biasa,” katanya bersemangat.
Dengan gaya ngopi santai, Eddwi membuktikan bahwa pendekatan humanis mampu meruntuhkan tembok antara polisi dan rakyat.***













