Hukum  

Guru di Tanjungpinang Diduga Lecehkan Lima Siswi, Keluarga Minta Tindakan Tegas

KEPRI TIME – Lima siswi SMP di Tanjungpinang diduga menjadi korban pelecehan oleh seorang guru di sekolah mereka. Tak hanya itu, para korban juga disebut menerima ancaman dari oknum tersebut.

Dugaan ini terungkap setelah salah satu keluarga korban melaporkan tindakan tidak pantas yang diduga dilakukan sang guru. Paman salah satu siswi yang enggan disebutkan identitasnya menuturkan, keponakannya mengaku langsung mendapat perlakuan tidak pantas dari gurunya.

“Anak ini bilang sama bapaknya kalau dia diremas oleh gurunya,” ujar sang paman, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, sejumlah orang tua korban sebelumnya sudah mendatangi pihak sekolah. Mereka meminta sekolah mengambil tindakan tegas terhadap oknum guru tersebut.

BACA JUGA:  Polda Kepri Kepung Simpang DAM: 95 Pria dan 19 Wanita Digelandang

Namun, hingga kini keluarga korban mengaku belum mendapat kejelasan soal tindak lanjut pasca-mediasi. Akibatnya, mereka khawatir dugaan tindakan serupa bakal terulang kembali.

“Pihak sekolah tidak mau membuat surat pernyataan hitam di atas putih dan lebih memilih menyelesaikan masalah secara internal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa korban juga mengaku mendapat intimidasi dari guru tersebut. Guru itu diduga sengaja melontarkan kata-kata bernada ancaman agar para siswi tidak melapor ke orangtua mereka.

“Semua kalimat kebun binatang dikeluarkan oleh guru ini agar korban tidak mengadu,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid SMP Dinas Pendidikan Tanjungpinang, Novi Perdana Wari, membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, pihak sekolah dan orang tua korban memang sudah menggelar mediasi untuk mencari jalan keluar.

BACA JUGA:  Bea Cukai Batam Bekuk MV Ocean Porter: 10 Kru Myanmar dan 1 Ton Lebih Metamfetamin Diamankan

“Orang tua belum melaporkan ke polisi. Mereka ingin guru ini ditindak, baik dipindahkan maupun diberi sanksi lainnya,” ujar Novi singkat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih menahan diri untuk tidak membawa kasus ini ke kepolisian. Mereka memilih memberikan kesempatan terakhir kepada sekolah dan instansi terkait agar mengambil tindakan terhadap guru yang dilaporkan.

Namun, upaya konfirmasi kepada kepala sekolah SMP tersebut belum membuahkan hasil. Ia belum memberikan respons ketika dihubungi terkait dugaan pelecehan terhadap lima siswi binaannya.

BACA JUGA:  Pria Paruh Baya Ditemukan Tak Bernyawa di Sekupang Batam, Diduga Korban Pembunuhan

Pihak sekolah pun belum mengeluarkan pernyataan resmi baik mengenai kasus ini maupun langkah konkret, yang bakal diambil terhadap guru yang diduga melakukan pelanggaran berat tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *