KEPRI TIME – Langkah sigap Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Kepri menggedor pintu kepedulian. Jumat (4/9/2026) siang, mereka menyalurkan bantuan beras ke Panti Asuhan Miftahul Ulum, Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota.
Aksi sosial ini menjadi bukti nyata aparat tak hanya bersiaga, tapi juga bersentuhan dengan dapur warga.
AKP Saidi Manalu, Kasubdit Bintibsos, memimpin langsung operasi kemanusiaan ini. Bersama Aipda Juli Irawan dan Brigpol Romy Chandra Eka Putra, mereka tak sekadar mengantar karung-karung beras.
Lebih dari itu, rombongan menyusup ke tengah pengurus panti, berdialog, dan menyulut semangat anak-anak asuh. Kebersamaan hangat pun tercipta, canda dan tawa sejenak mengusir sepi.
Penyerahan bantuan pangan ini, lanjut mereka, adalah bagian kecil dari denyut nadi kemanusiaan Polri.
“Kami ingin hadir, bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat,” ujar Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Nona Pricillia Ohei, mewakili Dirbinmas Kombes Donny Sardo Lumbantoruan.
Dia menegaskan, ini bukan seremonial belaka. Bantuan beras itu diharapkan bisa meringankan beban pengurus panti sekaligus memenuhi asupan gizi anak-anak.
Apalagi, di tengah geliat ekonomi yang tak menentu, uluran tangan dari aparat penegak hukum punya resonansi tersendiri.
Polda Kepri Selipkan Pesan Motivasi
Tak berhenti di situ, personel juga menyelipkan pesan motivasi. Mereka mengajak anak-anak panti bermimpi tinggi, sembari menguatkan silaturahmi yang telah terjalin.
Suasana akrab itu sekaligus menunjukkan sisi lain Polri, humanis, dekat, dan tak kaku. Ke depan, Polda Kepri berjanji akan terus menggelar kegiatan serupa.
Tak hanya fokus pada operasi yustisi, mereka juga menggaungkan program Polri Presisi yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan penguatan harmoni sosial.
“Kami akan terus bergerak di segala lini, baik keamanan maupun kemanusiaan,” tambah Kombes Nona.
Di akhir pernyataannya, dia juga menyentil publik agar tak lepas tangan. Masyarakat diminta aktif menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif.
Jika ada hal-hal mencurigakan atau butuh bantuan cepat, dia mengingatkan layanan polisi 110 yang siaga 24 jam non-stop, gratis, dan tanpa birokrasi berbelit.
Di tengah riuh rendah kota Batam, setidaknya ada secuil harapan yang dibagikan lewat karung-karung beras itu. Bahwa polisi bisa datang membawa keteduhan, bukan hanya ketegasan.***













