KEPRI TIME – Aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepulauan Riau, kembali membongkar peredaran narkotika jaringan internasional di Kabupaten Karimun.
Seorang pria berinisial CS mereka ringkus sebagai kurir sabu asal Malaysia, dengan barang bukti mencapai 637,26 gram.
Penangkapan ini bukan sekadar operasi biasa. Dari hasil interogasi, CS ternyata bukan aktor tunggal.
Ia hanya menjalankan perintah, sementara otak di balik pengiriman masih melarikan diri dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Pol Suyono, mengungkapkan bahwa CS bertugas menjemput dan mengantarkan sabu dari jalur Batu Bara hingga ke Surabaya.
“Peran tersangka sebagai kurir, menjemput dan mengantar narkotika jenis sabu tersebut sesuai perintah pelaku,” tegasnya di hadapan awak media, Kamis (13/8/2026).
Polisi menduga jaringan ini memiliki struktur yang lebih kompleks. Bukan sekadar mengangkut, CS diduga juga ditugasi menyerahkan sabu ke kurir lain. Semua gerak-geriknya diatur jarak jauh oleh pengendali yang kini terus diburu.
Suyono menambahkan, dari pengakuan tersangka, ia mendapat imbalan setelah menyelesaikan misi membawa barang haram tersebut.
Namun, penyidik masih mendalami berapa kali CS sudah menjalankan peran serupa dan siapa saja mata rantai lain yang terlibat.
“Pengungkapan ini menjadi perhatian serius. Sabu yang kami amankan diduga kuat berasal dari Malaysia dan masuk melalui jalur lintas wilayah,” ujar Suyono. Artinya, Kepri masih menjadi pintu gerbang darurat narkoba internasional.
Polisi Buru Pemasok Sabu Jaringan Internasional
Saat ini, penyidik terus mengembangkan kasus. Mereka tidak hanya memburu sosok pemberi perintah kepada CS, tetapi juga mengendus kemungkinan adanya bandar besar, pemasok, hingga penerima di dalam negeri.
Atas perbuatannya, CS dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Dengan bobot barang bukti hampir tiga perempat kilogram ini, ancaman hukumannya berat penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun.
Polisi berkomitmen memutus rantai pasokan sabu jaringan Malaysia ini. Pengembangan kasus dipastikan terus bergulir hingga semua aktor, termasuk yang kini bersembunyi, ditarik ke meja hijau.***













