Hukum  

Viral Kasus Begal di Lubuk Baja Batam, Korban: Tidak Benar, Saya Mabuk dan Terjatuh

KEPRI TIME – Geger kasus begal di Lubuk Baja, Batam yang heboh media sosial Minggu (23/8) lalu akhirnya sirna. Bukan aksi kriminal bersenjata, melainkan kelalaian pengendara di bawah pengaruh alkohol yang memicu kekacauan informasi.

Muhammad Ikbal, sang korban yang namanya sempat menjadi perbincangan hangat, angkat bicara terkait info begal yang beredar.

Melalui pernyataan video resmi yang dirilis Sabtu (28/8), Ikbal dengan tegas mengakui bahwa cerita begal yang viral tak lebih dari kekeliruan persepsi di lapangan.

“Saya klarifikasi, kejadian yang ramai itu adalah kesalahpahaman. Saya mengendarai motor dalam keadaan mabuk dan tak sadar, lalu menyenggol orang lain, terjatuh, dan terjadilah perkelahian,” ujarnya lugas.

BACA JUGA:  Pelaku Curanmor Honda Stylo di Muka Kuning Dibekuk Polsek Batuaji

Kepanikan menyergapnya usai bentrok. Dalam kondisi darurat dan tubuh limbung, Ikbal memilih menyelamatkan diri, meninggalkan sepeda motornya begitu saja di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Tanpa pikir panjang, ia lantas meluncur ke Polsek Lubuk Baja untuk membuat laporan kepolisian.

Namun, aparat kepolisian bergerak cepat. Tim dari Polsek Lubuk Baja tak membuang waktu, dan berhasil melacak serta mengamankan sepeda motor korban yang sempat ditinggalkan.

Teranglah sudah duduk perkara yang sebenarnya adalah benturan di jalan bermula dari hilangnya kesadaran akibat alkohol, bukan karena ulah begal.

Fakta Isu Begal Tidak Benar

Setelah seluruh fakta terkuak, Ikbal mengambil langkah bijak. Ia memilih menyelesaikan perselisihan dengan pihak lawan secara kekeluargaan, dan secara resmi mencabut laporan polisinya.

BACA JUGA:  Cemburu Buta, Suami Siri Cekik Istri di Hutan Sekupang

“Motor sudah ditemukan, masalah selesai damai. Terima kasih kepada Polresta Barelang dan Polsek Lubuk Baja,” tutup Ikbal dalam pernyataannya.

Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, IPDA Gihon Sahatma Togu Lumban Raja, membenarkan kronologi tersebut. “Benar, ini semata-mata kesalahpahaman dan korban telah mencabut laporan,” terangnya.

Dari kasus ini, kepolisian mengimbau masyarakat agar tak mudah tersulut emosi oleh narasi liar di media sosial. Setiap kabar perlu dikonfirmasi hingga ke akar resmi kepolisian.

BACA JUGA:  RS Awal Bros Botania Batam Dilaporkan ke Polisi usai Pasien Koma Pascaoperasi Ambeien

Lebih dari itu, pesan moralnya adalah jangan pernah mengemudi dalam pengaruh minuman keras. Keselamatan di jalan tak bisa ditawar, dan kelalaian sesaat bisa memicu kepanikan yang meluas.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *